Mar
19
2009

Serial buku ini, adalah karya goresan sebuah tinta barakah. Semoga Allah senantiasa mencintainya, dan membimbingnya menelusuri jalan syari’at. Sisi paling spektakuler dalam buku ini adalah bahwa buku ini ditulis oleh seorang ibu. Beliau lahir dan tumbuh dari komunitas muslimah, yang oleh para pengikut barat didiskreditkan sebagai kelompok tertindas. Hadirnya serial buku ini, menampik sekaligus mengenyahkan anggapan salah mereka. Lewat buku ini, seakan penulis berkata: “Angkat tangan kalian dari urusan umat kami. Sudahi permusuhan dan fitnah pada kaum wanita kami. Lepas ‘baju pembaharu’ yang engkau kenakan itu. Jangan lagi kau samarkan kami dengan nada nasehatmu. Perangai yang kau tunjukkan, meyakinkan kami bahwa engkau lah yang menyimpang”. (Dr. Shalah Shawi - Sekjen Lembaga Ulama di Amerika)
Continue Reading »
Mar
14
2009
Sudahkah pada suatu hari engkau memikirkan tentang keagungan ciptaan Allah swt, betapa besar ukurannya dan betapa akurat gerakannya? Dan, pernahkah engkau memikirkan dirimu sendiri, betapa cepat nafasmu berhembus, betapa luas ingatanmu, dan betapa cepat denyut jantungmu? Pernahkah engkau memikirkan tentang pandangan dan pendengaranmu? Allah swt berfirman:
…dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (Adz-Dzâriyât: 21).
Dengan tafakkur seperti ini engkau akan tahu bahwa Khaliqmu adalah Dzat Yang Esa, yang menjadi tempat bergantung. Ia tidak pernah beranak dan tidak pula diperanakkan. Sesudah itu, engkau akan mengharap rahmatNya dan takut akan siksaNya.
Sudahkah engkau memikirkan kematian dan kedahsyatannya, naza‘ (sekarat) dan kesulitannya, kubur dan kegelapannya, hisab dan betapa kerasnya, serta shirâth dan bertapa sulitnya meniti di atasnya?
Continue Reading »
Feb
19
2009

Judul yang saya cantumkan boleh jadi tidak cukup mewakili isi tulisan ini. Namun artikel di bawah ini boleh jadi menarik untuk disimak. Artikel ini banyak mengungkap hasil dari sebuah penelitian Dr Stephen Carr Leon tentang mengapa orang yahudi banyak yang pintar?
Belakangan artikel Dr Stephen Carr Leon yang dimuat Sabili dan ditulis ulang oleh Eman Mulyatman ini banyak di-forward ke beberapa millis dan weblog. Bukan maksud latah, tapi artikel itu memang menarik untuk disimak. Marsekal Chappy Hakim juga mengulas topik ini. Berikut ini artikelnya, semoga bermanfaat….
Continue Reading »
Jan
28
2009
Pagi-pagi aku mendapat kabar teman kakak ipar mengalami kecelakaan sepulang kerja dari RS. Kustati. Ironisnya, penabrak yang tidak bertanggung-jawab itu meninggalkannya begitu saja.
Aku punya pengalaman yang tidak serupa, pasalnya luka ditabrak kala itu tidak terlalu serius. Hanya lecet-lecet dan motorku penyok. Bapak pengendara motor dan keranjangnya agak ketakutan karna rasa bersalahnya menelikung dari sebelah kiri. Ketika Bapak si penabrak itu minta aku menyebutkan nominal ganti ruginya, aku hanya mengatakan : “Namanya di jalan pak, bisa saja celaka atau tidak sengaja mencelakai. Terserah Bapak, ikhlasnya mo ngasih berapa..” Dia agak tertegun sesaat dan merogoh kantong kemudian menyerahkan sejumlah uang. “Maaf, saya hanya punya ini..” katanya. Memang tidak cukup untuk mengganti kerugian, namun aku sangat menghargai tanggung jawab dan penyesalannya.
Di lain kesempatan yang terjadi sebaliknya. Motorku laju kecepatannya tidak terkendali, karena bukan kebetulan klo remnya blong dan ban depan agak licin, sehingga ketika motor di depanku mengerem mendadak serta merta motorku menubruknya. Aku bener-bener kaget. Bapak pengendara itu turun dari motor dan melihat motornya yang ringsek. Sesaat dia menatapku dan akupun menyampaikan maaf. Di luar dugaanku, Subhanallah… Bapak itu tersenyum dan mengatakan : ” Ngantuk ya ? Lain kali hati-hati ya dik!” Belum lepas keterkejutanku, Bapak itu langsung men-starter motornya dan meninggalkan aku terpana.
Sebagaimana perbuatan buruk mendapatkan balasannya di dunia, begitupun halnya perbuatan baik. Wallahu’alam. Continue Reading »
Jan
28
2009
Ibnu Majah dan At-Tirmidzi meriwayatlan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, “Rasulullah membaca ayat, ‘Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.’” (Asy-Syûrâ [42]: 20). Lalu beliau bersabda bahwa Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, gunakan waktumu sepenuhnya untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengisi penuh kekayaan di dadamu dan akan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak, akan Aku penuhi dadamu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu.’”
Dec
18
2008

Kita tidak membutuhkan 10 sampai 12 alasan untuk menerima seseorang menjadi pendamping hidup kita. Mengisi hari-hari kita dan menemani kita menghabiskan sisa umur kita. Yang kita butuhkan hanya satu saja, bahwa dia seorang yang shalih / shalihah. Itu cukup membuat hidup kita menjadi lebih sempurna. (Rasulullah menyebutnya : menyempurnakan dien). Bisakah kalimat ini dipahami ? Sangat bisa. Ketika hati terbebas dari syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah atau syubhat yang menyelisihi firman-firman-Nya.
Sebab hati yang ternoda tak menemu kata bahagia sehingga bertemu pembasuhnya, taubatan nasuha. Hati yang terluka tidak merasakan manisnya kenikmatan, sehingga menemukan obatnya, ikhlas dan tunduk pada qodlo dan qodarnya. Apalagi hati yang mati, tidak menemukan apa-apa selain kehampaan dan tipu daya. Mengaburkan pandangan dan menutup cahaya. Keimanan pun hambar tiada terasa. Tak tersentuh kedamaian dan ketenangan meskipun sekuat tangan ingin menggapai. Kebahagiaan berbaris menggelar jalan, tetapi langkah tersesat mengantarkan derita. Meski yang diperlukan ridlo-Nya, hati sibuk melayani syahwat dan sekutu-sekutunya. Naudzubillah…
Continue Reading »
Dec
03
2008
Mungkin kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, namun yakinlah Allah memberikan semua yang kita butuhkan. Apa yang kita yakini hari ini sebagai hal yang tidak menyenangkan, boleh jadi kita tidak membutuhkan waktu lebih lama untuk mengubah pandangan itu. Sah-sah saja jika tiba-tiba hal yang tidak menyenangkan itu berubah menjadi sesuatu yang membahagiakan dan kita merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Manusia memang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Namun Allah menyempurnakan ciptaan-Nya, sehingga manusia tercukupi kebutuhannya. Continue Reading »
Nov
24
2008
” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan. “ (Surah Al-Anbiya : 35)
” Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. “ (Surah Al-Araf : 34)
” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “ (Surah Al-Imran: 185)
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” ( Ali Imran : 169)
Subhanallah… kondisi jenasah ketiga syuhada Bali (Amrozy, Ust. Muklas dan Imam Samudera) sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka ‘tidak sedang berperang’ melawan musuh Islam. Demikian seperti diungkapkan muslimdaily.net. Semoga Allah SWT merahmati dan mengampuni dosa-dosanya. Amin.
Maaf, kami sengaja tidak menampilkan foto-foto ketiga syuhada. Untuk mendapatkannya, silahkan mengunjungi alamat di bawah ini :
http://www.muslimdaily.net/2253/Amrozi-Cs-Tidak-Mati.html
Nov
18
2008
Dari Ibnu Mas’ud ra bahwa murid beliau menanyakan tentang tafsiran ayat : ” Jangan kalian mengira bahwa orang terbunuh di jalan Allah adalah mati. Namun mereka tetap hidup di sisi Tuhan mereka dan berlimpah rizki.” (QS. Ali Imron : 169)
Lalu beliau menjawab bahwa Rosululullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda : ” Roh-roh para syuhada berada dalam tembolok burung hijau, memiliki sarang yang bergelantungan di bawah arsy. Mereka berputar di dalam surga sekehendak burung-burung tersebut lalu kembali ke sarangnya. Lantas Robb mereka (Allah subhanahu wa ta’ala) melihat sembari menawarkan : “Adakah kalian menginginkan sesuatu (nikmat lain)?” Mereka menjawab : “apalagi yang kami inginkan? Sedangkan kami bebas berkeliling di dalam surga ?” Lalu Allah subhanahu wa taala mengulanginya 3 kali dan merekapun menjawab dengan jawaban serupa. Dan ketika mereka putus asa untuk lepas dari pertanyaan Allah, maka mereka menjawab : “Ya, Robb kami, kami ingin agar Engkau berkenan mengembalikan arwah kami dalam jasad kami agar kami terbunuh di jalan-Mu sekali lagi.” Saat Allah tidak mendapati dari mereka sesuatu yang dibutuhkan, maka Ia membiarkan mereka (HR. Muslim)
Nov
18
2008

Foto yang diambil menggunakan kamera handphone dari depan rumah Hj. Tariyem ibunda Ustad Mukhlas dan Amrozy memperlihatkan awan yang membentuk lafadz ‘ALLAH’.
Kejadian ini muncul setelah ketiga burung besar menghilang. Kemudian langit yang saat itu terang benderang tiba-tiba berubah menjadi mendung dan para pentakziyah mulai menunjuk-nunjuk langit di atas, melihat awan yang membentuk lafal Allah tersebut. (muslimdaily.net)